|
Semua kegiatan dalam komunitas TDA mengacu pada sebuah kurikulum
yang disingkat DSA (Dream-Strategi-Action) yang satu sama lain tak
terpisahkan dan sama pentingnya.
DREAM Tujuannya adalah untuk memetakan
tujuan/goal dari usaha yang dilakukan, apa yang menjadi keinginan kita
agar tercapai. Laksana paku yang tertancap di dinding di depan, agar
kita tetap fokus dan sebagai affirmasi (penguatan tujuan).
Kegiatan
yang masuk kurikulum ini adalah perubahan mind-set yaitu perubahan dari
pola pikir sebagai karyawan menjadi pengusaha yang sudah sama2 kita tau
jauh beda terutama mengenai 'comfort-zone' dan daya tahan-nya. Dan
sayangnya ini modal utama, karena mind-set lah sebagai penentu awal
kesuksesan seorang pengusaha.
Bentuk kegiatannya lebih untuk mengisi otak kita atau ke arah spritualitas. Contoh kegiatan yang pernah dialksanakan adalah :
- Nonton bareng film The Secret
- Bedah buku Master Your Mind Design Your Destiny-nya Adam Khoo
- Seminar Luck Factor
- Bedah buku Quantum Ikhlas by Erbe Sentanu (terbaru)
- Termasuk didalamnya pengajian yang diselenggarakan TDA Qolbun Salim secara rutin.
STRATEGY Tujuannya
untuk memikirkan dan memilih usaha apa yang hendak dilakukan untuk
membuat nyata mimpi tersebut bagi yang belum punya usaha (TDA=to do action). Bagi yang sudah punya usaha, apa yang harus dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan usahanya (TDA=take double action).
Ibarat
tali yang diikat pada paku yang sudah kita tancapkan tadi, diharapkan
bisa menjaga konsitensi kita agar gak salah arah, gak nyasar, ada
'guide'-nya. Tetap fokus, istiqomah. Ini hal terberat kedua karena
keberhasilan seorang pengusaha adalah kesabaran dan ketabahannya. Yang
mampu cepat bangkit jika mengalami 'proses pembelajaran'.
Bentuk
kegiatan contohnya kebanyakan adalah yang bekerjasama dengan Action
Bussiness Coach (ABC) yang dulu Action International, merupakan
pelatihan bisnis yang didirikan Brad Sugar.
- Main bersama Leverage Game
- Seminar 5 Ways to Increase Your Profit
- Seminar 6 Steps for Better Bussiness
- Bussiness Coaching
- Termasuk kegiatan Mastermind, TDA Bussiness Conference, TDA Bussiness Clinic dan TDA Resource
ACTION Nah ini mah gak usah panjang lebar lah
penjelasannya. Udah pasti yang paling utama, penting, inti dll. Yang
paling berat tapi semua diatas gak ada apa2nya klo gak dijalankan. Paku
yang ditancapkan dan tali yang diikatkan gak ada gunanya klo kita gak
melangkah, di step pertama.
Knowledge is Important but Applied
Knowlede is More Important ... Words Can Inspire, Thoughts Can Provoke,
But Only "Action" Brings You Closer To Your Dreams ... Take Action
Miracle Happen, No Action Nothing Happen ... adalah kata2 yang sering
didengungkan Jendral TDA, para Panglima dan provokator. Dan sudah
banyak yang membuktikannya.
Disinilah dibentuk TDA interest
grup seperti TDA IT, TDA Internet Marketing, TDA Properti dll dengan
harapan member bisa menemukan, berdikusi pada bidang bisnis yang sama
untuk kemudian 'take action'.
Dengan banyaknya informasi
beragam yang berseliweran, member terutama yang baru bisa segera
menangkap kebutuhannya, memfilter sesuai keinginan dan interest-nya.
Mau tau tentang Dream, baca postingan pak Fauzi, pak Yusef, pak Ikhwan,
pak Wuryanano, pak Bayu Gawtama dll, ikuti kegiatan yang terkait. Mau
tau tentang Strategy, baca postingan pak Ryad Kusuma, pak Rosihan dll
terutama yang berkenaan dengan marketing, detail retail dll, ikuti
mastermind. Mau tau tentang Action baca postingannya pak Hadi sang
provokator sejati, juga pak Faif, mbak Roess, mbak Doris dll. Selain
tentu postingan2 lain dari para founder dan member yang bermanfaat. Dan
tentu ikuti kegiatan2 TDA yang sudah pasti non-profit, meminimalisir
biaya, jika perlu gratis Contoh bisa dibandingkan ikut seminar Quantum
Ikhlas-nya pak Erbe Sentanu yang Rp. 2.5 juta per orang dengan TDA yang
maksimal Rp. 100 ribu :) atau Leverage Game yang untuk umum Rp. 350
ribu tapi TDA hanya Rp. 150 ribu.
- Question
Bagaimana semua TDA
interest group (saya sebut begitu) saling bersinergi untuk mencapai
visi & misi tersebut. Road map nya kayak apa sih.......
Answer Sinergi
yang paling banyak ditemukan adalah sinergi individu usaha masing2.
Contoh pak Hadi yang memberikan kemudahan kepada member yang berminat
pada produknya atau pada acara seminar yang menyediakan konsumsi dari
TDA Food dan EO nya TDA EO serta diselenggarakan oleh TDA Property.
Road map secara kaku tidak ada karena TDA sendiri belum berbentuk badan
hukum, organisasi atau apapun. Tidak ada struktur organisasi-nya, hanya
komunitas. Namun terus diupayakan agar ter-koordinasi dengan baik dan
ada penanggungjawabnya.
- Question
Apakah bisa di share schedule
dari pertemuan2 TDA interest group itu di milis ini, misalnya dalam
bentuk calendar event dan bisa diakses semua orang. Saya ambil contoh
TDA Finance. Bagaimanakah sifat keanggotaan TDA Finance ??
Terbuka/tertutup. .?? Karena saya ingat ada yang kirim email via milis
untuk janjian ketemuan TDA Finance di Gedung BNI (saya lupa yang kirim
siapa saking banyaknya e-mail yang masuk tiap hari) dan dari e-mail
tersebut sepertinya TDA Finance ini sudah cukup established (perspesi
saya). Begitu juga TDA2 lainnya....
Answer Sangat tergantung pada
TDA interest grup terkait. Contoh TDA IT sering mengadakan kerjasama
tender, dan hal ini tidak di posting di milis utama TDA. Informasi
mengenai kegiatan biasanya ada di milist seperti tawaran buka kios
sepatu bareng atau pertemuan mastermind Jakarta Timur. Sifat
keanggotaan TDA Finance adalah tertutup karena merupakan wadah bagi
para aktivis-nya, yang bersedia mengurus dan menjadi
penanggungjawab-nya. Tujuan TDA Finance sendiri adalah Insya Allah
untuk menyediakan bantuan permodalan bagi member. Jadi bukan wadah
untuk member yang bergerak atau berminat pada bidang bisnis Finance.
Sama halnya dengan TDA EO, TDA Peduli, TDA Qolbun Salim, TDA Media dan
TDA Resource.
- Question
Apakah ada contact person untuk masing2
interest group itu sebagai tempat bertanya dan diskusi sehingga model
coaching clinic via e-mail bisa berjalan. Pertanyaan ini muncul agar
setiap orang bisa efektif mencari informasi sesuai interestnya dan
dengan mudah bisa mengetahui siapa yang bisa dijadikan partner
diskusinya.
Answer Karena masih berbentuk komunitas dan tanpa
ada struktur organisasi maka otomatis kepengurusan interest grup TDA
adalah sukarela. Artinya ditodong oleh Jendral TDA untuk menjadi
contact person sehingga bisa jadi ada lebih dari 1 orang yang menjadi
contact person. Contoh TDA Qolbun Salim digawangi oleh pak Hantiar, pak
Dwi dan pak Hidayat, belakangan masuk pak Syam (membuktikan bahwa masih
terbuka lowongan bagi yang berminat menjadi pengurus). TDA IT berada
dibawah koordinasi pak Iim, TDA Finance oleh pak Asep, TDA Edu oleh
mbak Mutia, TDA Peduli oleh Anria, TDA Food oleh mbak Roess, TDA
Properti oleh pak Tatang dll. Insya Allah akan dibentuk susunan yang
lebih rapi lengkap dengan data2 pendukung.
- Question
Sekedar
usulan pak moderator, mungkin dengan meniru milis migas indonesia,
disitu ada presentasi singkat tentang milis migas indonesia, apa saja
infrastruktur yang mereka miliki, setiap sub milis ada contact
poersonnya, apa target mereka ke depan dll dll.....sehingga kami
anggota baru ini bisa mengambil & memanfaatkan informasi secara
tepat guna (mungkin gak perlu sampai secanggih itu ya...??)
Answer Saya
sudah dapat gambaran milis migas dari mas Anton Witono yang juga member
TDA dan menurut saya memang bagus. Semoga kami bisa ATM-kan yang
bagus2nya ya :).
Kesimpulan
- TDA adalah komunitas bisni
- TDA adalah jaringan kerja
- TDA adalah action dan sharing oriented
- Menghindari banyak diskusi dan teori
- Keikhlasan memberi dan silahturahmi adalah kekuatan TDA
- Milis hanyalah sebagai sarana kemudahan komunikasi dan penyebaran informasi
- Tidak ada kopdar karena bisa setiap bulan, minggu bahkan hari pertemuan offline.
Referensi: http://ekojune.blogspot.com/2007/07/kurikulum-tda.html |